Jakarta – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Tanah Abang kembali menjadi pusat perbelanjaan paling sibuk di Jakarta. Ribuan orang memadati pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara ini untuk berburu pakaian, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan Lebaran lainnya. Sejak awal Ramadan, lonjakan jumlah pengunjung terlihat signifikan, dengan transaksi harian yang meningkat tajam.
1. Lonjakan Pengunjung dan Antrean di Setiap Sudut
Pantauan di lokasi menunjukkan keramaian yang luar biasa di berbagai blok Pasar Tanah Abang. Dari lorong-lorong sempit hingga eskalator, antrean panjang tak terhindarkan. Pembeli dari berbagai daerah bahkan sudah mulai memadati pusat perbelanjaan ini sejak pagi buta demi mendapatkan barang dengan harga terbaik.
Menurut salah satu pedagang pakaian muslim, Hendra (45 tahun), jumlah pelanggan meningkat drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Dari subuh saja sudah banyak yang antre. Biasanya baru ramai mendekati siang, tapi sekarang dari pagi orang sudah berburu baju Lebaran. Alhamdulillah, penjualan naik hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Sementara itu, para pembeli pun rela berdesakan untuk mendapatkan barang incaran. Dewi (30 tahun), seorang pembeli dari Bekasi, mengaku datang pagi-pagi untuk menghindari lonjakan harga dan kehabisan stok.
“Saya langganan belanja di Tanah Abang setiap menjelang Lebaran. Harganya lebih murah, banyak pilihan, dan kalau beli grosiran bisa lebih hemat,” katanya.
2. Diskon Besar-besaran Jadi Daya Tarik Utama
Strategi diskon dan promo besar-besaran yang ditawarkan oleh para pedagang menjadi daya tarik utama bagi para pembeli. Diskon hingga 50% untuk baju koko, mukena, hingga gamis mendorong peningkatan transaksi yang signifikan.
Menurut Maya, seorang pedagang mukena dan sajadah, kenaikan penjualan terjadi karena masyarakat kini lebih berorientasi pada belanja offline setelah sebelumnya sempat terhambat pandemi.
“Dulu saat pandemi, belanja lebih banyak lewat online. Tapi sekarang orang lebih suka datang langsung, karena bisa melihat barangnya secara langsung dan menawar harga,” jelasnya.
Selain pakaian muslim, barang-barang lain seperti sandal, tas, dan aksesoris juga mengalami kenaikan permintaan. Pasar grosir ini tidak hanya dipenuhi oleh pembeli individu, tetapi juga para reseller yang memborong barang untuk dijual kembali.
3. Kemacetan dan Keamanan Jadi Tantangan Besar
Meningkatnya jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal lalu lintas dan keamanan. Jalan di sekitar kawasan Tanah Abang mengalami kemacetan panjang, terutama di ruas Jl. KH Mas Mansyur dan Jl. Jati Baru.
Polisi dan petugas Satpol PP pun dikerahkan untuk mengurai kemacetan serta menjaga ketertiban di area pasar. Sayangnya, dengan jumlah pengunjung yang membludak, tetap saja banyak pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar, mempersempit ruang gerak para pembeli.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Patar Silalahi, menyatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencopetan, hipnotis, dan penipuan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak membawa uang tunai berlebihan, serta menghindari berbelanja sendirian agar lebih aman,” ujarnya.
4. Prediksi Puncak Keramaian dan Dampak Ekonomi
Puncak kepadatan Pasar Tanah Abang diperkirakan terjadi dalam satu minggu sebelum Lebaran, di mana masyarakat melakukan belanja terakhir sebelum mudik.
Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tanah Abang, omzet para pedagang diperkirakan mengalami lonjakan hingga 70% dibandingkan hari biasa, dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah dalam sebulan terakhir.
“Lebaran memang jadi momen panen bagi pedagang. Kami berharap tren positif ini bisa bertahan dan membantu para pelaku usaha kecil bangkit setelah beberapa tahun terdampak pandemi,” ungkapnya.
Kesimpulan: Tanah Abang, Magnet Perbelanjaan yang Tak Pernah Sepi
Pasar Tanah Abang kembali membuktikan perannya sebagai pusat perbelanjaan rakyat yang tak tergantikan. Dengan beragam produk murah meriah, diskon menarik, serta pengalaman belanja yang unik, tak heran jika pasar ini tetap menjadi destinasi utama masyarakat Indonesia menjelang Lebaran.
Namun, di tengah euforia belanja, tantangan seperti kemacetan, keamanan, dan ketertiban pasar tetap perlu menjadi perhatian, baik bagi pemerintah, pedagang, maupun pembeli.
Bagi yang ingin berbelanja di Pasar Tanah Abang dalam beberapa hari ke depan, pastikan datang lebih pagi, berhati-hati terhadap pencopet, dan siapkan kesabaran ekstra menghadapi keramaian!