Dua Astronaut NASA Akhirnya Pulang Setelah 9 Bulan Terjebak di Antariksa

Houston, AS – Dua astronaut NASA, Frank Rubio dan Josh Cassada, akhirnya kembali ke Bumi setelah sembilan bulan lebih lama dari yang direncanakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka sempat “terjebak” di antariksa akibat kebocoran sistem pendingin pada kapsul Soyuz yang seharusnya membawa mereka pulang.

Kepulangan mereka menandai salah satu misi terlama NASA dalam dekade terakhir dan memberikan banyak wawasan baru bagi dunia eksplorasi luar angkasa. Berikut fakta-fakta menarik di balik kepulangan kedua astronaut ini:

1. Seharusnya Pulang dalam 6 Bulan, Tertunda Jadi 9 Bulan

Rubio dan Cassada awalnya dijadwalkan kembali ke Bumi dalam 180 hari setelah keberangkatan mereka pada September 2022. Namun, kapsul Soyuz MS-22 yang digunakan untuk perjalanan mereka mengalami kebocoran sistem pendingin akibat tabrakan dengan micrometeoroid pada Desember 2022.

NASA dan Roscosmos (badan antariksa Rusia) akhirnya memutuskan untuk menunda kepulangan mereka hingga pengganti kapsul bisa dikirim. Akibatnya, mereka harus tinggal 271 hari di ISS – jauh lebih lama dari yang direncanakan.

2. Memecahkan Rekor Penerbangan Terlama bagi Astronaut NASA

Dengan total 371 hari di luar angkasa, Frank Rubio kini menjadi astronaut NASA dengan waktu penerbangan terlama dalam satu misi. Rekor sebelumnya dipegang oleh Mark Vande Hei, yang menghabiskan 355 hari di orbit pada 2021–2022.

Rubio mengatakan bahwa perpanjangan waktu di ISS adalah tantangan fisik dan mental, terutama karena ia tidak menyangka akan berada di luar angkasa selama itu.

“Awalnya saya pikir hanya akan tinggal enam bulan, jadi secara mental ini cukup sulit. Saya juga melewatkan banyak momen bersama keluarga, termasuk kelulusan anak saya,” kata Rubio dalam wawancara setelah mendarat.

3. Harus Beradaptasi Lagi dengan Gravitasi Bumi

Setelah lebih dari setahun berada di kondisi mikrogravitasi, tubuh Rubio dan Cassada mengalami berbagai perubahan, termasuk berkurangnya kepadatan tulang dan melemahnya otot.

Tim medis NASA menyatakan bahwa kedua astronaut harus menjalani rehabilitasi intensif untuk memulihkan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh mereka. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, tergantung pada bagaimana tubuh mereka beradaptasi kembali dengan gravitasi Bumi.

4. Kapsul Soyuz Pengganti Dikirim oleh Rusia

Untuk membawa mereka kembali, Rusia mengirimkan kapsul Soyuz MS-23 sebagai pengganti kendaraan yang rusak. Kapsul ini tiba di ISS pada Februari 2023, tetapi baru bisa digunakan beberapa bulan kemudian setelah semua persiapan keamanan selesai.

NASA dan Roscosmos menyatakan bahwa misi ini menjadi pembelajaran penting dalam menangani situasi darurat di luar angkasa. Insiden ini juga memicu diskusi tentang pentingnya memiliki opsi cadangan kendaraan evakuasi untuk astronaut di ISS.

5. Dampak pada Misi Masa Depan ke Bulan dan Mars

NASA sedang bersiap untuk misi Artemis ke Bulan dan dalam jangka panjang ingin mengirim astronaut ke Mars. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa tantangan logistik dan teknis masih besar.

Pakar luar angkasa menyebut bahwa misi ke Mars bisa memakan waktu hingga tiga tahun, sehingga perlu dipikirkan cara mengatasi kondisi darurat di luar angkasa seperti yang dialami Rubio dan Cassada.

NASA kini sedang mengembangkan teknologi yang lebih tahan terhadap risiko tabrakan micrometeoroid, serta kapsul yang bisa bertahan lebih lama di luar angkasa tanpa mengalami kerusakan.

Kesimpulan

Misi panjang yang dialami Frank Rubio dan Josh Cassada telah memberikan banyak pelajaran bagi eksplorasi luar angkasa. Meski terjebak lebih lama dari yang direncanakan, mereka kembali dengan selamat dan membawa banyak data ilmiah yang bisa digunakan untuk memahami efek jangka panjang dari penerbangan luar angkasa.

Kini, mereka harus menjalani proses pemulihan intensif sebelum kembali ke kehidupan normal di Bumi. Namun, pengalaman mereka menjadi bagian penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa dan persiapan manusia untuk perjalanan ke bulan dan Mars di masa depan.