Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menangkap Muhammad Sharifullah, seorang militan senior yang diduga terlibat dalam perencanaan pengeboman di Gerbang Abbey Bandara Kabul pada tahun 2021. Serangan tersebut menewaskan 13 anggota militer AS dan sekitar 200 warga sipil Afghanistan.
Sharifullah, juga dikenal dengan nama Jafar, ditangkap di perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan. Ia mengakui perannya dalam serangan tersebut serta keterlibatannya dalam serangan lain di Moskow dan Iran. Saat ini, Sharifullah sedang diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan.
Penangkapan ini melibatkan kerja sama antara badan-badan intelijen AS dan Pakistan. CIA telah melacak Sharifullah selama beberapa waktu dan, berdasarkan intelijen spesifik mengenai lokasinya, Pakistan berhasil menangkapnya.
Pengumuman penangkapan ini disampaikan oleh Presiden Trump dalam pidatonya di hadapan Kongres. Ia juga menghubungi keluarga korban serangan untuk menyampaikan kabar tersebut secara langsung. Trump menekankan bahwa penangkapan ini adalah langkah penting dalam menepati janji kampanyenya untuk menuntut pertanggungjawaban atas serangan tersebut.
Penangkapan Sharifullah diharapkan dapat memberikan intelijen berharga mengenai operasi ISIS-K dan membantu mencegah serangan di masa depan. Pemerintah AS berkomitmen untuk terus mengejar individu-individu yang bertanggung jawab atas serangan terhadap warga dan personel militernya.