Tragis! Juru Parkir di Cimaung Bandung Tewas Dikeroyok di Dalam Minimarket

Bandung – Insiden kekerasan berujung maut terjadi di sebuah minimarket di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Seorang juru parkir ditemukan tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Kejadian brutal ini sontak mengejutkan warga setempat dan memicu desakan agar aparat segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (4/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut saksi mata, korban yang diketahui berinisial AM (38) sedang berjaga di depan minimarket saat tiba-tiba didatangi oleh beberapa pria yang langsung mengeroyoknya.

Salah satu saksi yang juga merupakan karyawan minimarket, Rizky (27), mengaku sempat melihat korban terlibat adu mulut dengan para pelaku sebelum terjadi pengeroyokan.

“Awalnya cekcok dulu di luar minimarket. Terus korban masuk ke dalam, tapi mereka malah ikut masuk dan langsung memukulinya,” ujar Rizky.

Pengeroyokan berlangsung sangat cepat, korban dihantam berkali-kali dengan benda tumpul hingga akhirnya tak sadarkan diri di lantai minimarket. Para pelaku langsung melarikan diri, sementara korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Motif Masih Diselidiki, Polisi Buru Pelaku

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan rekaman CCTV minimarket untuk mengidentifikasi para pelaku.

“Kami masih mendalami motif di balik pengeroyokan ini. Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh perselisihan antara korban dan para pelaku yang masih kami identifikasi,” ujar Kusworo kepada wartawan, Selasa (5/3).

Polisi juga mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh akibat hantaman benda tumpul.

Selain itu, polisi telah mengantongi identitas beberapa orang yang diduga terlibat dalam insiden ini. Tim Resmob Polresta Bandung saat ini sedang memburu pelaku yang diperkirakan berjumlah 4-5 orang.

“Kami mohon masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor. Kami pastikan pelaku akan ditindak tegas,” tegas Kusworo.

Warga Cimaung Resah, Minta Keamanan Ditingkatkan

Peristiwa pengeroyokan ini membuat warga Cimaung resah. Pasalnya, aksi kekerasan di kawasan tersebut dinilai semakin meningkat belakangan ini. Beberapa warga mengungkapkan bahwa insiden kriminal seperti perkelahian dan pencurian kerap terjadi, terutama di malam hari.

Ketua RT setempat, Herman (50), mengatakan bahwa pihaknya sudah berulang kali meminta kepolisian untuk meningkatkan patroli keamanan di sekitar kawasan minimarket dan pertokoan.

“Kami minta ada tindakan nyata dari pihak berwajib. Ini bukan kejadian pertama, tapi semoga jadi yang terakhir. Warga di sini butuh rasa aman,” ujarnya.

Keluarga Korban Berharap Keadilan

Sementara itu, keluarga korban mengaku terpukul atas kejadian tragis ini. Siti (42), istri korban, mengatakan bahwa suaminya tidak memiliki musuh dan selama ini dikenal sebagai sosok yang ramah.

“Saya tidak tahu kenapa mereka tega menghabisi suami saya seperti itu. Saya mohon polisi segera menangkap pelakunya dan memberi hukuman yang setimpal,” ucap Siti dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Keluarga besar dan warga setempat turut mengantar kepergian AM dengan suasana duka yang mendalam.

Polisi Janji Usut Tuntas, Warga Diminta Tenang

Kepolisian memastikan akan mengusut tuntas kasus ini dan menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi para pelaku kekerasan. Polisi juga mengimbau warga untuk tidak bertindak main hakim sendiri dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Kasus pengeroyokan ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan keamanan dan penegakan hukum di ruang-ruang publik, terutama di kawasan yang sering dikunjungi masyarakat. Hingga kini, warga Cimaung masih menunggu perkembangan penyelidikan dan berharap keadilan segera ditegakkan bagi korban dan keluarganya.