Di tengah maraknya perbincangan #KaburAjaDulu di media sosial, yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencari peluang kerja di luar negeri, Jepang muncul sebagai salah satu negara yang secara aktif mengundang tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja di berbagai sektor di Negeri Sakura.
Jepang Membuka Pintu Lebar bagi Tenaga Kerja Indonesia
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, menyatakan bahwa Jepang sangat terbuka menerima pelajar dan pekerja terampil asal Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa banyak universitas di Jepang telah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, sehingga pelajar Indonesia dapat melanjutkan studi meskipun belum fasih berbahasa Jepang. Selain itu, Masaki menekankan bahwa pekerja Indonesia dikenal rajin dan memiliki etos kerja yang tinggi, terutama di sektor layanan medis, manufaktur, pertanian, perikanan, dan jasa. “Mereka sangat dihargai oleh orang Jepang. Jadi, misi saya adalah meningkatkan jumlah orang seperti itu,” ujar Masaki.
Krisis Tenaga Kerja di Jepang dan Peluang bagi Indonesia
Jepang saat ini menghadapi krisis tenaga kerja akibat populasi yang menua. Kepala Proyek Japan Association for Construction Human Resources (JAC), Naoya Shikano, mengungkapkan bahwa Jepang sangat mengharapkan bantuan tenaga kerja dari negara-negara tetangga, khususnya Indonesia. “Usia lanjut di Jepang lebih banyak daripada usia muda, yang artinya pekerja usia muda sangat sedikit sekali. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan bantuan tenaga kerja dari negara-negara tetangga, khususnya Indonesia,” kata Shikano.
Peningkatan Jumlah TKI di Jepang
Data menunjukkan bahwa jumlah TKI di Jepang mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan Nikkei Asia, jumlah pekerja Indonesia di Jepang meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir, mencapai 121.507 orang pada tahun 2023. Peningkatan ini didorong oleh rendahnya upah di Indonesia dan tingginya gaji yang ditawarkan di Jepang, dengan rata-rata sekitar Rp 18,7 juta per bulan untuk posisi magang.
Upaya Pemerintah Indonesia dalam Meningkatkan Penempatan TKI ke Jepang
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berupaya meningkatkan penempatan TKI ke Jepang. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menargetkan penempatan 250.000 pekerja migran ke Jepang dalam lima tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan meningkatkan pelatihan keterampilan dan bahasa Jepang bagi calon TKI, serta memperluas kerja sama dengan lembaga terkait di Jepang.
Kesimpulan
Dengan tingginya permintaan tenaga kerja di Jepang dan kualitas serta etos kerja yang dimiliki oleh pekerja Indonesia, peluang bagi TKI untuk bekerja di Jepang semakin terbuka lebar. Kerja sama yang erat antara pemerintah Indonesia dan Jepang diharapkan dapat terus ditingkatkan, sehingga memberikan manfaat bagi kedua negara dan kesejahteraan bagi para pekerja migran Indonesia.