Kasus Langka di India: Bayi Lahir dengan Dua Janin di Dalam Tubuhnya

Bayi di India Ini Lahir dengan Kondisi Langka, Ada 2 Janin Lain di Perutnya

Seorang bayi yang lahir di India menjadi sorotan dunia medis setelah ditemukan memiliki dua janin lain di dalam perutnya. Kasus langka ini dikenal sebagai fetus in fetu, suatu kondisi medis yang sangat jarang terjadi, di mana janin yang belum berkembang sepenuhnya terperangkap di dalam tubuh saudara kembarnya selama masa kehamilan.

Kasus yang Langka dan Mengejutkan

Bayi tersebut lahir di sebuah rumah sakit di Mumbai, India. Awalnya, dokter mengira bayi itu mengalami pembengkakan abnormal di perutnya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan bantuan pencitraan medis seperti USG dan CT scan, ditemukan adanya dua janin yang tidak berkembang di dalam rongga perut bayi tersebut.

Menurut tim dokter yang menangani kasus ini, janin yang ada di dalam perut bayi tersebut memiliki sebagian organ yang terbentuk, termasuk tulang dan jaringan lunak, tetapi tidak memiliki struktur yang sempurna untuk berkembang menjadi individu yang mandiri. Kondisi ini terjadi akibat kelainan saat pembelahan embrio kembar di dalam rahim ibu.

Apa Itu Fetus in Fetu?

Fetus in fetu adalah kondisi yang sangat jarang terjadi dengan perkiraan insidensi hanya 1 dari 500.000 kelahiran. Kondisi ini terjadi ketika satu janin tidak berkembang sepenuhnya dan akhirnya terperangkap di dalam tubuh janin lain yang lebih dominan. Umumnya, janin yang terjebak tidak memiliki sistem peredaran darah sendiri dan bergantung pada saudara kembarnya untuk suplai darah dan nutrisi.

Kondisi ini sering kali terdeteksi setelah bayi lahir atau bahkan setelah anak mulai tumbuh ketika ditemukan adanya pembengkakan yang tidak biasa di perut. Dalam beberapa kasus, kondisi ini baru terdeteksi di usia dewasa saat pasien mengalami masalah kesehatan terkait pertumbuhan abnormal di dalam tubuhnya.

Penanganan Medis dan Operasi

Setelah ditemukan adanya dua janin di dalam perut bayi tersebut, tim dokter segera mempersiapkan operasi untuk mengangkat janin-janin yang tidak berkembang itu. Operasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada organ penting bayi yang terganggu.

Menurut dokter yang menangani operasi ini, prosedurnya berjalan dengan sukses, dan bayi yang menjalani operasi kini dalam kondisi stabil. Bayi tersebut diperkirakan akan tumbuh normal tanpa komplikasi kesehatan jangka panjang setelah pemulihan pascaoperasi.

Kasus Serupa di Dunia

Kasus fetus in fetu bukanlah yang pertama terjadi. Beberapa kasus serupa telah dilaporkan di berbagai negara. Pada tahun 2017, seorang bayi di Indonesia juga lahir dengan kondisi yang sama, di mana janin kembarannya ditemukan di dalam perutnya. Pada 2019, seorang anak laki-laki di Kolombia juga mengalami kondisi ini dan harus menjalani operasi untuk mengangkat janin kembarnya yang tidak berkembang.

Kesimpulan

Fenomena fetus in fetu adalah kondisi medis yang sangat langka dan menimbulkan tantangan besar dalam dunia kedokteran. Dengan kemajuan teknologi medis, kondisi ini kini dapat dideteksi lebih awal dan ditangani dengan lebih baik. Bayi di India yang mengalami kondisi ini telah mendapatkan perawatan yang tepat, dan kasusnya menjadi salah satu contoh bagaimana dunia medis terus berkembang dalam menangani kelainan kongenital yang jarang terjadi.

Kasus ini juga mengingatkan kita akan kompleksitas perkembangan janin di dalam kandungan dan bagaimana berbagai faktor bisa memengaruhi pertumbuhan embrio. Meski tergolong langka, pemahaman lebih lanjut tentang fetus in fetu bisa membantu dokter dalam mendeteksi dan menangani kasus serupa di masa depan.