Dea Ayu Sebar Mawar dalam Aksi ‘Indonesia Gelap’, Serukan Perlawanan dengan ‘Run for Save Your Life’

Jakarta – Aktivis muda Dea Ayu kembali menarik perhatian publik dengan aksinya dalam gerakan ‘Indonesia Gelap’, sebuah kampanye yang menyoroti isu-isu sosial dan politik yang dianggap mengancam kebebasan dan kesejahteraan rakyat. Dalam aksi terbaru yang digelar di pusat Jakarta, Dea Ayu membagikan mawar putih sebagai simbol harapan dan perjuangan, sekaligus menyerukan gerakan ‘Run for Save Your Life’, yang menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya bertindak sebelum terlambat.

Aksi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, aktivis hak asasi manusia, hingga tokoh publik yang peduli terhadap kebebasan berekspresi dan kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.

Mawar Putih sebagai Simbol Perlawanan Damai

Dalam aksinya, Dea Ayu membagikan mawar putih kepada para peserta sebagai bentuk simbolis. Ia menjelaskan bahwa bunga tersebut melambangkan harapan, keteguhan hati, serta perlawanan damai terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.

“Mawar putih ini bukan sekadar bunga. Ini adalah simbol keberanian untuk tetap berjuang, meskipun situasi saat ini terasa semakin gelap. Kita tidak akan diam. Perjuangan harus terus berlanjut,” ujar Dea Ayu dalam orasinya.

Menurutnya, aksi ‘Indonesia Gelap’ adalah sebuah refleksi terhadap situasi terkini yang dirasa semakin membatasi kebebasan individu, baik dalam hal berekspresi maupun dalam pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

‘Run for Save Your Life’: Lari untuk Kesadaran dan Kebebasan

Salah satu aspek menarik dalam aksi ini adalah seruan ‘Run for Save Your Life’, yang mengajak peserta untuk berlari secara simbolis. Dea Ayu menjelaskan bahwa aksi lari ini menggambarkan urgensi bagi masyarakat untuk segera bertindak dan tidak lagi pasif terhadap kondisi yang ada.

“Kita tidak bisa hanya duduk diam dan berharap perubahan datang dengan sendirinya. Kita harus bergerak, berlari menuju perubahan yang lebih baik,” tambahnya.

Para peserta aksi terlihat antusias mengikuti gerakan ini. Mereka berlari sejauh beberapa kilometer di area sekitar lokasi aksi, sambil membawa berbagai spanduk yang berisi pesan-pesan kritis terhadap berbagai isu sosial dan kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.

Dukungan dan Reaksi Publik

Aksi ‘Indonesia Gelap’ ini menuai beragam reaksi dari masyarakat dan tokoh publik. Beberapa aktivis dan akademisi turut menyuarakan dukungannya terhadap gerakan ini, menyebutnya sebagai langkah penting dalam menjaga kesadaran kolektif.

Namun, tidak sedikit pula pihak yang mengkritik aksi tersebut, menudingnya sebagai bentuk provokasi yang berlebihan. Beberapa pejabat pemerintah menilai bahwa gerakan ini bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan meminta agar segala bentuk protes dilakukan melalui jalur yang lebih formal.

Meski demikian, Dea Ayu dan para pendukungnya tetap berpegang teguh pada prinsip perjuangan mereka. Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kritik, melainkan sebuah seruan kepada semua elemen masyarakat agar lebih peduli dan berani bertindak sebelum kondisi semakin memburuk.

“Kita berhak hidup di negara yang adil dan bebas. Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya kebebasan ketika semuanya sudah terlambat,” tutup Dea Ayu.

Aksi ini menandai gelombang baru perlawanan sosial yang dilakukan secara damai namun tetap tegas dalam menyampaikan pesan. Apakah gerakan ‘Indonesia Gelap’ akan terus berkembang dan membawa perubahan nyata? Waktu yang akan menjawab.