Industri film animasi dunia dikejutkan dengan pencapaian luar biasa dari Ne Zha 2, sekuel dari film animasi Tiongkok yang pertama kali dirilis pada 2019. Film ini secara resmi berhasil menyalip Inside Out 2 dalam pendapatan box office global, menjadikannya film animasi terlaris sepanjang masa.
Keberhasilan ini semakin menegaskan dominasi film animasi Tiongkok dalam pasar internasional, membuktikan bahwa industri hiburan Negeri Tirai Bambu mampu bersaing dan bahkan melampaui produksi animasi Hollywood yang telah lama mendominasi.
Kesuksesan Box Office: Ne Zha 2 Pecahkan Rekor Global
Ne Zha 2, yang disutradarai oleh Jiao Zi, berhasil mengumpulkan lebih dari $1,5 miliar di seluruh dunia dalam waktu singkat sejak perilisannya. Angka ini mengungguli Inside Out 2, yang sebelumnya diprediksi akan menjadi film animasi terlaris tahun ini.
Menurut data dari Box Office Mojo, pendapatan Ne Zha 2 terbagi sebagai berikut:
- Tiongkok: $980 juta
- Amerika Utara: $250 juta
- Eropa: $170 juta
- Asia Pasifik (di luar Tiongkok): $100 juta
Keberhasilan ini tidak hanya membuat Ne Zha 2 menjadi film animasi terlaris 2025, tetapi juga mencetak sejarah sebagai film animasi non-Hollywood pertama yang menduduki puncak box office global.
Apa yang Membuat Ne Zha 2 Begitu Sukses?
- Kualitas Animasi yang Meningkat Pesat
Dibandingkan dengan film pertamanya, Ne Zha 2 menghadirkan animasi yang jauh lebih detail dan realistis, setara dengan produksi Pixar dan Disney. Teknologi CGI yang digunakan dikembangkan oleh studio Beijing Enlight Pictures, yang telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka di dunia. - Cerita yang Lebih Kompleks dan Emosional
Jika film pertama fokus pada perjalanan Ne Zha sebagai karakter mitologi yang menentang takdirnya, sekuel ini menghadirkan konflik yang lebih mendalam, dengan pertarungan moral antara kekuatan kebaikan dan kejahatan. Kritikus film menilai bahwa narasi emosional yang kuat menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian penonton global. - Dukungan dari Pasar Domestik yang Kuat
Seperti halnya film-film Tiongkok lain, Ne Zha 2 mendapatkan dukungan besar dari penonton domestik. Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar orang dan industri bioskop yang berkembang pesat, film ini mampu meraup hampir $1 miliar hanya dari pasar dalam negeri. - Strategi Distribusi Internasional yang Lebih Agresif
Berbeda dengan film pertama yang terbatas di beberapa negara, Ne Zha 2 mendapatkan distribusi global yang jauh lebih luas. Bahkan, film ini diputar di lebih dari 80 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang, yang sebelumnya tidak terlalu terbuka terhadap film animasi Tiongkok.
Ne Zha 2 vs. Inside Out 2: Pertarungan Ketat di Box Office
Sebelum Ne Zha 2 mencetak rekor, Inside Out 2 dari Pixar mendominasi pasar animasi dengan pendapatan global sekitar $1,4 miliar. Film sekuel ini melanjutkan kisah Riley dan emosinya, dengan menghadirkan karakter baru seperti Kecemasan, Iri, dan Malu.
Namun, meski mendapatkan ulasan positif, Inside Out 2 gagal mempertahankan posisinya sebagai film animasi terlaris karena beberapa alasan:
- Persaingan ketat dengan Ne Zha 2, yang memiliki daya tarik lebih besar di Asia.
- Perubahan tren di industri film, di mana penonton semakin tertarik dengan animasi yang memiliki latar budaya unik dan narasi epik.
- Kelelahan terhadap film sekuel Hollywood, di mana banyak penonton merasa formula yang digunakan terlalu mirip dengan film pertama.
Reaksi Industri dan Masa Depan Animasi Tiongkok
Kesuksesan Ne Zha 2 mendapatkan reaksi positif dari industri film global. Banyak pengamat menilai bahwa era dominasi animasi Hollywood mulai mendapat tantangan serius, dengan semakin banyaknya film animasi dari Tiongkok, Jepang, dan negara lain yang mampu menarik perhatian pasar internasional.
Menurut Richard Gelfond, CEO IMAX Corporation, kesuksesan Ne Zha 2 adalah tanda bahwa film animasi Tiongkok telah mencapai level yang sejajar dengan produksi Hollywood.
“Kami melihat bagaimana film seperti Ne Zha 2 mampu menyentuh penonton global, tidak hanya di Asia tetapi juga di pasar Barat. Ini adalah era baru bagi industri animasi,” ujar Gelfond dalam sebuah wawancara.
Sementara itu, pihak Disney dan Pixar dikabarkan mulai mempertimbangkan strategi baru untuk bersaing dengan film-film animasi dari Tiongkok dan negara lainnya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Pixar sedang mengembangkan proyek animasi dengan inspirasi dari mitologi Asia, mirip dengan pendekatan yang digunakan dalam Mulan dan Raya and the Last Dragon.
Kesimpulan: Ne Zha 2 Jadi Pemimpin Baru di Dunia Animasi
Keberhasilan Ne Zha 2 bukan hanya pencapaian bagi industri film Tiongkok, tetapi juga menandai perubahan besar dalam lanskap animasi dunia. Dengan kualitas animasi yang semakin canggih, narasi yang lebih mendalam, dan strategi distribusi yang lebih luas, film ini membuktikan bahwa Hollywood bukan lagi satu-satunya pemimpin dalam dunia animasi.
Kini, pertanyaannya adalah: Apakah Hollywood bisa mengejar ketertinggalan ini? Ataukah era baru animasi global telah dimulai, dengan Tiongkok sebagai salah satu pemain utamanya?