Selfie Berujung Tragis: Turis Nekat Berfoto dengan Hiu, Berakhir dengan Amputasi Tangan

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di perairan lepas pantai Florida, Amerika Serikat, ketika seorang turis nekat mencoba berfoto selfie dengan hiu dan mengalami luka parah akibat serangan mendadak dari predator laut tersebut. Akibat luka yang terlalu serius, dokter terpaksa mengamputasi tangan korban demi menyelamatkan nyawanya.

Insiden Mengerikan di Perairan Florida

Korban, seorang pria berusia 32 tahun asal Prancis, tengah mengikuti perjalanan wisata menyelam di kawasan Florida Keys bersama sekelompok turis lainnya. Dalam perjalanan tersebut, kelompok ini berkesempatan melihat hiu karang dari dekat. Namun, insiden tragis terjadi ketika korban mencoba mendekati seekor hiu untuk berswafoto di bawah air.

Menurut saksi mata, korban awalnya mendekati hiu dengan hati-hati, tetapi tanpa diduga, predator tersebut tiba-tiba menyerang dan menggigit tangan korban dengan sangat kuat. Jeritan kesakitan terdengar di dalam air, dan panik melanda kelompok turis serta pemandu wisata yang menyaksikan kejadian tersebut.

“Saya melihat dia mengulurkan tangannya, lalu hiu itu langsung menerkam. Darah langsung menyebar di air, dan dia menjerit meminta tolong,” ujar salah satu turis yang ikut dalam perjalanan tersebut.

Evakuasi Darurat dan Upaya Penyelamatan

Begitu korban berhasil dievakuasi ke atas kapal, tim penyelamat segera memberikan pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan hebat. Karena luka yang terlalu dalam dan kondisi korban yang semakin melemah, kapten kapal segera menghubungi penjaga pantai untuk melakukan evakuasi darurat.

Tim medis yang tiba dengan helikopter langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat di Miami. Sayangnya, akibat gigitan yang merusak jaringan dan tulang dengan sangat parah, dokter tidak memiliki pilihan selain melakukan amputasi di bagian bawah siku untuk menyelamatkan nyawanya.

“Kami telah melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan tangan korban, tetapi kerusakannya terlalu besar. Amputasi adalah satu-satunya jalan agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh,” jelas Dr. Michael Carter, dokter bedah yang menangani pasien tersebut.

Hiu Tidak Selalu Menyerang Manusia

Serangan hiu terhadap manusia sebenarnya tergolong jarang terjadi, kecuali jika mereka merasa terancam atau terganggu. Menurut para ahli biologi kelautan, kesalahan terbesar dalam kasus ini adalah korban mendekati hiu terlalu agresif dan menganggap predator laut tersebut bisa diajak berinteraksi layaknya hewan jinak.

“Sebagian besar hiu tidak secara aktif memangsa manusia. Namun, mereka memiliki naluri bertahan hidup yang sangat kuat. Jika mereka merasa terprovokasi atau terganggu, mereka bisa menyerang sebagai bentuk pertahanan diri,” ujar Dr. James Willson, pakar biologi laut dari University of Florida.

Beberapa faktor yang bisa memicu serangan hiu di antaranya:

  • Gerakan mendadak di dalam air, yang bisa membuat hiu menganggap manusia sebagai ancaman atau mangsa potensial.
  • Pantulan cahaya dari perhiasan atau kamera, yang dapat menarik perhatian hiu.
  • Adanya darah di air, yang memicu insting berburu hiu, terutama spesies seperti hiu putih atau hiu banteng.

Kesadaran akan Keselamatan di Laut

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi wisatawan untuk selalu berhati-hati saat berada di habitat alami hewan liar. Meskipun selfie dan dokumentasi perjalanan adalah hal yang lumrah di era media sosial, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.

Para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan untuk menghindari serangan hiu saat beraktivitas di laut:

  • Selalu mengikuti instruksi pemandu wisata dan tidak melakukan tindakan nekat.
  • Menghindari interaksi langsung dengan hewan liar, termasuk hiu, lumba-lumba, atau satwa laut lainnya.
  • Menghindari berenang saat matahari terbit atau terbenam, karena hiu biasanya lebih aktif berburu pada waktu-waktu tersebut.
  • Tidak mengenakan perhiasan mencolok, yang bisa menarik perhatian hiu.

Kesimpulan: Pelajaran dari Insiden Tragis Ini

Kasus ini menjadi contoh nyata betapa berbahayanya mendekati satwa liar tanpa pemahaman yang cukup. Bagi korban, selfie yang awalnya dimaksudkan sebagai kenangan indah berubah menjadi pengalaman pahit yang harus dibayar mahal.

Dengan meningkatnya wisata laut dan aktivitas menyelam, kesadaran akan keselamatan di perairan harus terus disosialisasikan. Menghormati ekosistem laut dan memahami perilaku satwa liar adalah kunci utama untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.