Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan signifikan dalam arus peti kemas ekspor sepanjang tahun 2024. Berdasarkan laporan resmi, volume peti kemas ekspor meningkat sebesar 10,28% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi layanan, serta pertumbuhan permintaan ekspor komoditas unggulan Indonesia.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari berbagai strategi yang diterapkan perusahaan, termasuk peningkatan kapasitas terminal, penerapan sistem digital berbasis teknologi canggih, serta optimalisasi jaringan logistik di berbagai pelabuhan utama.
“Kami melihat tren positif dalam arus peti kemas ekspor, yang tidak hanya mencerminkan pemulihan ekonomi global tetapi juga efektivitas langkah-langkah yang telah kami ambil dalam meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/2).
1. Faktor Pendorong Pertumbuhan Arus Peti Kemas Ekspor
Menurut Pelindo, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan arus peti kemas ekspor di tahun 2024:
🔹 Digitalisasi dan Efisiensi Operasional
Pelindo telah mengimplementasikan smart port system di beberapa pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Makassar, yang memungkinkan pemantauan arus peti kemas secara real-time, mempercepat proses bongkar muat, serta mengurangi waktu tunggu kapal (berthing time) secara signifikan.
Arif menambahkan bahwa penerapan sistem digital ini telah berkontribusi terhadap efisiensi operasional, memungkinkan kapal untuk keluar-masuk lebih cepat, serta mengurangi biaya logistik yang selama ini menjadi kendala bagi eksportir.
“Dengan penerapan sistem digital ini, kami mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat pergerakan barang, sehingga daya saing ekspor Indonesia di pasar global semakin meningkat,” jelasnya.
🔹 Peningkatan Infrastruktur dan Kapasitas Pelabuhan
Sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan daya saing logistik nasional, Pelindo terus melakukan investasi dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan. Salah satu proyek strategis yang telah berjalan adalah pengembangan Terminal Peti Kemas Kalibaru di Tanjung Priok, yang kini mampu menangani lebih banyak kapal kontainer berukuran besar (mega vessel).
Selain itu, modernisasi fasilitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak dan Belawan juga turut berkontribusi terhadap kelancaran arus ekspor, mengurangi kepadatan, serta mempercepat distribusi barang ke berbagai negara tujuan.
🔹 Lonjakan Permintaan Ekspor Komoditas Utama
Peningkatan volume peti kemas ekspor juga didorong oleh lonjakan permintaan terhadap komoditas ekspor unggulan Indonesia, seperti:
✅ Minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya – Permintaan tinggi dari negara-negara Asia dan Eropa.
✅ Produk perikanan dan kelautan – Ekspor meningkat ke Amerika Serikat dan Jepang.
✅ Produk industri manufaktur – Seperti elektronik, otomotif, dan tekstil.
✅ Hasil pertanian dan perkebunan – Kopi, karet, dan kakao mengalami kenaikan permintaan di pasar global.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa ekspor Indonesia tetap kompetitif meskipun terjadi ketidakpastian ekonomi global.
“Peningkatan ekspor ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing tinggi di sektor industri dan komoditas primer. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah perbaikan sistem logistik di pelabuhan serta efisiensi dalam rantai distribusi ekspor,” jelas Bhima.
2. Tantangan dan Upaya Pelindo dalam Meningkatkan Kinerja Ekspor
Meskipun mencatatkan pertumbuhan positif, Pelindo mengakui bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga kelangsungan tren positif ini, di antaranya:
❌ Ketergantungan terhadap kondisi ekonomi global – Ketidakstabilan ekonomi dunia dan kebijakan dagang negara mitra bisa berdampak pada arus ekspor Indonesia.
❌ Kapasitas dan konektivitas antar-pelabuhan – Masih ada beberapa pelabuhan di Indonesia yang belum terhubung secara optimal dengan jaringan logistik nasional.
❌ Regulasi ekspor yang kompleks – Beberapa eksportir masih mengalami kendala dalam perizinan dan kepatuhan regulasi ekspor.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pelindo menegaskan akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan pihak swasta dalam mengembangkan infrastruktur logistik serta mempercepat implementasi teknologi digital guna mendukung kelancaran ekspor.
“Kami akan terus melakukan inovasi dan investasi dalam pengembangan sistem digital, optimalisasi terminal, serta memperluas kerja sama dengan pelaku industri agar kinerja ekspor Indonesia tetap terjaga,” kata Arif Suhartono.
3. Prospek dan Target Pelindo di Tahun 2025
Melihat tren positif yang terjadi sepanjang 2024, Pelindo menargetkan pertumbuhan arus peti kemas ekspor sebesar 12% di tahun 2025, dengan fokus pada:
📌 Pengembangan terminal peti kemas baru di berbagai pelabuhan strategis untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat.
📌 Peningkatan efisiensi operasional melalui digitalisasi lebih lanjut, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam monitoring logistik.
📌 Meningkatkan daya saing ekspor dengan memberikan insentif bagi eksportir serta mempercepat proses perizinan di pelabuhan.
📌 Penguatan konektivitas antar-pelabuhan melalui program integrasi pelabuhan nasional guna mendukung arus ekspor yang lebih lancar.
Pakar ekonomi dan logistik, Rizal Taufik, menilai bahwa target pertumbuhan 12% di tahun depan cukup realistis apabila Pelindo terus melakukan modernisasi dan beradaptasi dengan tantangan global.
“Keberhasilan Pelindo dalam menjaga pertumbuhan ekspor akan sangat bergantung pada seberapa cepat mereka mengimplementasikan teknologi baru, memperluas konektivitas antar-pelabuhan, dan memperbaiki regulasi ekspor yang masih dianggap rumit oleh para pelaku industri,” kata Rizal.
Kesimpulan
Pelindo mencatat pertumbuhan 10,28% dalam arus peti kemas ekspor sepanjang 2024, didorong oleh digitalisasi, peningkatan infrastruktur pelabuhan, serta lonjakan permintaan ekspor dari berbagai negara. Meski menghadapi tantangan global dan kendala logistik, perusahaan pelat merah ini optimistis dapat mempertahankan tren positif dengan berbagai inovasi dan strategi yang telah disiapkan.
Dengan target pertumbuhan ekspor sebesar 12% pada 2025, Pelindo siap memperkuat posisinya sebagai pengelola pelabuhan utama dalam mendukung ekspor nasional dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia di kancah global.