Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin resmi mengumumkan susunan Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang akan mendampinginya dalam menjalankan tugas. Dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah nama dari berbagai latar belakang, termasuk pakar militer, akademisi, hingga tokoh publik seperti Deddy Corbuzier.
Pengangkatan Deddy Corbuzier sebagai Stafsus Menhan sempat menjadi sorotan. Sebagai figur publik yang dikenal luas, ia sebelumnya telah dipercaya menjadi Duta Komponen Cadangan (Komcad) oleh Kemenhan. Kini, perannya semakin besar dengan masuk dalam jajaran staf khusus yang akan membantu menyampaikan strategi pertahanan kepada publik.
Selain Deddy, ada juga beberapa nama lain yang berasal dari kalangan militer, ahli geopolitik, hingga mantan pejabat pemerintahan. Siapa saja mereka? Apa tugas yang akan mereka emban?
1. Daftar Lengkap Stafsus Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Berikut adalah daftar lengkap Staf Khusus yang akan mendampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kebijakan pertahanan nasional:
- Deddy Corbuzier – Tokoh publik dan komunikator strategi pertahanan
- Letjen (Purn) Agus Sutomo – Pakar strategi militer dan pertahanan nasional
- Prof. Dr. Connie Rahakundini Bakrie – Pengamat pertahanan dan geopolitik
- Mayjen (Purn) Suhartono – Mantan petinggi Pasukan Khusus (Kopassus)
- Dr. Salim Said – Sejarawan dan akademisi pertahanan
- Irjen (Purn) Murad Ismail – Ahli keamanan dalam negeri dan pertahanan sipil
- Brigjen (Purn) Muhammad Syafii – Pakar intelijen dan kontra-terorisme
- Prof. Hikmahanto Juwana – Akademisi hukum internasional dan pertahanan
Susunan staf khusus ini memperlihatkan kombinasi antara figur militer, akademisi, hingga tokoh publik, yang diyakini mampu membantu Menhan dalam berbagai aspek pertahanan.
2. Mengapa Deddy Corbuzier Dipilih?
Pemilihan Deddy Corbuzier dalam jajaran staf khusus Menhan memunculkan pro dan kontra. Beberapa pihak mempertanyakan kapasitasnya dalam urusan pertahanan, sementara yang lain menilai kehadirannya justru bisa membantu Kemenhan dalam mengomunikasikan strategi pertahanan kepada publik secara lebih efektif.
Seorang sumber dari Kemenhan menyebutkan bahwa Deddy memiliki kemampuan komunikasi dan penyampaian informasi yang kuat, serta pengaruh besar di media sosial.
“Deddy Corbuzier tidak hanya sekadar selebritas, tetapi juga seorang influencer yang mampu menjangkau masyarakat luas. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam dunia militer sejak menjadi Duta Komcad, ia akan membantu Menhan dalam aspek komunikasi strategi pertahanan,” ungkap sumber tersebut.
Deddy sendiri merespons pengangkatannya dengan santai. Dalam unggahan di media sosialnya, ia menyebutkan bahwa tugasnya bukan di bidang teknis pertahanan, tetapi lebih kepada komunikasi dan edukasi kebijakan pertahanan kepada masyarakat.
3. Peran dan Tantangan Stafsus Menhan
Sebagai Staf Khusus Menhan, tugas utama mereka adalah memberikan masukan strategis, analisis kebijakan, serta membantu komunikasi kebijakan pertahanan kepada publik. Beberapa tantangan yang akan mereka hadapi di antaranya:
🔴 Komunikasi kebijakan pertahanan: Masyarakat sering kali kurang memahami strategi pertahanan nasional, sehingga dibutuhkan sosok yang mampu menjembatani antara Kemenhan dan publik.
🔴 Dinamika geopolitik: Situasi global yang semakin kompleks, termasuk ketegangan di Laut China Selatan dan ancaman siber, menuntut kebijakan pertahanan yang lebih adaptif dan strategis.
🔴 Penguatan komponen cadangan: Kemenhan terus mendorong penguatan Komcad (Komponen Cadangan) sebagai bagian dari pertahanan negara, dan stafsus berperan dalam sosialisasi serta implementasi kebijakan ini.
🔴 Keamanan dalam negeri: Dengan meningkatnya ancaman terorisme dan kejahatan siber, staf khusus yang memiliki latar belakang militer dan intelijen diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang tepat bagi Kemenhan.
4. Respon Publik dan Harapan ke Depan
Pengumuman ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat dan pengamat pertahanan. Beberapa pihak menilai bahwa kehadiran figur publik seperti Deddy Corbuzier dapat membantu Kemenhan lebih dekat dengan generasi muda, sementara yang lain berharap agar staf khusus tetap fokus pada tugas utama mereka, yaitu membantu formulasi kebijakan pertahanan nasional.
Seorang pengamat militer menilai bahwa pemilihan staf khusus ini cukup seimbang, karena mengombinasikan unsur militer, akademisi, dan komunikasi publik.
“Kalau hanya diisi oleh militer saja, komunikasi kebijakan pertahanan bisa menjadi kaku. Tapi dengan adanya sosok yang bisa menyampaikan ke publik dengan cara yang lebih mudah dipahami, ini bisa jadi keuntungan,” kata pengamat tersebut.
Ke depan, diharapkan Staf Khusus Menhan dapat berkontribusi nyata dalam kebijakan pertahanan negara, baik dalam aspek strategi militer, keamanan nasional, maupun edukasi publik. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin diyakini mampu menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks di masa mendatang.
Kesimpulan
Dengan pengangkatan Staf Khusus Menhan yang terdiri dari tokoh militer, akademisi, dan figur publik, diharapkan strategi pertahanan nasional dapat berjalan lebih efektif. Deddy Corbuzier sebagai salah satu stafsus akan berperan dalam komunikasi kebijakan pertahanan kepada masyarakat, sementara yang lain akan fokus pada strategi keamanan nasional dan geopolitik.
Bagaimana kinerja mereka ke depan? Masyarakat tentu menunggu hasil nyata dari formasi baru ini dalam memperkuat pertahanan negara.